Satu
Asa, Satu Rasa, Satu Cinta
Rasanya mengagumkan
memaksa pori-pori menyerap angin dan menembus embun pagi yang dingin. Berderet
diantara barisan Kuda besi yang hilir mudik kian kemari. Tarikan gas yang tak
beraturan membuatku semakin tertantang menaiki kuda besiku.



