tita_titot: Pengalaman di IAID Blogger Widgets

Jumat, 20 Desember 2013

Pengalaman di IAID



Satu Asa, Satu Rasa, Satu Cinta
Rasanya mengagumkan memaksa pori-pori menyerap angin dan menembus embun pagi yang dingin. Berderet diantara barisan Kuda besi yang hilir mudik kian kemari. Tarikan gas yang tak beraturan membuatku semakin tertantang menaiki kuda besiku.

Orang-orang saling memaksakan kehendaknya untuk berada pada barisan paling depan diantara pengendara-pengendara yang lain. Sepertinya mereka tak peduli terhadapku, yang tergopoh-gopoh berusaha sekencang mungkin mengendarai Kuda besiku. Tetap saja para pejantan tangguh itu tak mau kalah dan selalu mendahuluiku.

Ingin rasanya aku berteriak dan hentikan dunia ini untuk sesaat. Agar aku bisa berjalan menuju Darussalamku tanpa hambatan. Ha….ha….memang mustahil bagi manusia seperti aku.

Aku seorang Mahasiswi yang beranjak dewasa, 19 tahun sudah aku hidup di dunia ini dengan selalu menyusahkan orang tuaku. Kini aku sedang melangkah menuju masa depanku, masa depan cerah yang tentunya menjadi dambaan setiap orang. Aku sadar, untuk mendapatkan semua itu tentulah tidak mudah. Perlu perjuangan agar mendapatkan hasil yang sempurna.

Tak sepantasnya di usiaku sekarang ini jika aku harus menyerah, senang rasanya memiliki banyak teman yang memiliki tujuan yang sama. Kami satu keluarga, satu tujuan, satu cita-cita. Awalnya tak mudah bagiku untuk beradaptasi ddengan teman-teman baruku.

Tapi sekarang aku mulai memiliki rasa itu, rasa sayang, rasa memiliki, dan aku tahu apa itu sebuah kebersamaan. Hal yang paling tak mudah aku lupakan ketika melakukan satu hal bersama-sama. Makan satu piring bersama, saling melengkapi dan saling mengisi. Rasa ini semakin hari semakin menguat, mereka adalah keluarga baruku. Merekalah yang menghapus rasa lelahku disaat aku tiba di Darussalamku.

0 komentar:

Posting Komentar